Menanggapi SINDIRAN

Mungkin sebagian orang ada yg bersikap cuek atau acuh jika mendapat sindiran, tapi bagi beberapa orang sindiran adalah sebuah tamparan yang panas bahkan bisa saja membengkas (kayak ditampar pake tangan kale ya kok membekas haha). yak.. setiap individu sering halnya memiliki cara-cara untuk menanggapi sindiran-sindiran tersebut.

ย Menanggapi sindiran ala “Kampung Goresan” adalah sebagai berikut :

ย 

1. Jika sindiran tersebut melalui lisan/omongan maka yang harus Anda lakukan adalah “MENDENGARKAN”, dengarkan dulu apa yang mereka celotehkan.

2. Pejamkan mata, tarik nafas dan keluarkan selama 3x berturut-turut secara perlahan. Hal itu akan membuat Anda relaks.

3. Tersenyumlah, tersenyum membuat aura disekitar Anda menjadi lebih positif.

4. Jika 3 hal diatas sudah Anda lakukan, dan membuat hati Anda lebih tenang, maka beranikan mendatangi orang yang menyindir Anda, jika dia sesama jenis Anda maka ucapkan trimakasih dengan tersenyum serta jabat tangannya, namun jika dia lawan jenis Anda maka cukup ucapkan trimakasih dan tersenyum kepadanya. Itu akan membuat dia lebih menghargai Anda daripada sebelumnya.

5. Jika sindiran tersebut melalui sosial media, jelas yang Anda lakukan tiak perlu yang nomer 4, cukup lakukan hingga nomer 3 dan perbaiki diri, sindiran itu bentuk kepedulian seseorang terhadap kita dengan cara yang berbeda. hehehe

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚ heheheh

Iklan

BEGIN

It’s Begin..

yaaakk Begin = Memulai ๐Ÿ™‚

Its’s begin for ME to write some lettering,sebenernya saya gak jago-jago amat menulis, tapi doyan banget ngeluapin unek-unek, daripada hanya dipendem kan mending dimuntahkan (kayak apa ajeee -_-), yaa meskipun gak jago nulis niiih semoga ada mata-mata yang terinspirasi ataupun terilhami dengan goresan-goresan cantikku :3, bisa jadi mata-mata tersebut dapat mengalirkan kedalam hati, “Dari Mata Turun Ke Hati” saya tak mengartikan ungkapan ini dengan artian pandangan pertama menyukai seseorang, tapi ungkapan ini juga memiliki artian bagi saya bahwa dari setiap mata akan merespon sesuatu melalui pikiran dan kemudian berhenti di hati, entah itu perasaan ataupun emosional.

Awalnya aku tidak tertarik dengan corat-coret di blog seperti kawanku pada umumnya, tapi apa salahnya mencoba, banyaknya pengunjung atau tidak bukan menjadi sebuah hal yg disayangkan, but everyone is unique, setiap orang juga memiliki pemikiran yang berbeda, pun saya pribadi.

Semoga tiap “goresan” jari-jariku di keyboard ini bermanfaat.

Ehmmm… okey ๐Ÿ™‚ tungguu “goresan-goresan ku” berikutnya.

Antara Amanah Dakwah dan Orangtua ?

Akan banyak pemikiran yang menyeruak jika pertanyaan tersebut muncul. Amanah adalah suatu kepercayaan yang dibebankan terhadap yang mengemban. Amanah dapat berupa apa saja, dari mulai hal kecil hingga hal yang sangat besar ataupun berat. Dan Dakwah adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim.Tapi jika kita dihadapkan pada dua pilihan apa yang harus kita lakukan ? kedua-duanya sama-sama penting.

Amanah dakwah adalah kewajiban, pun berbakti kepada orangtua, semua harus tawazun. Dakwah bisa dengan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Dakwah memiliki prioritas. Prioritas dakwah paling utama adalah dakwah dilingkungan terdekat, keluarga kita, saudara kita, tetangga kita. Ketika Anda dakwah jauh-jauh keluar kota, tapi keluarga & lingkungan terdekat Anda terlantar, bisa dikata Anda mendzalimi.ย 

Mengingat surga berada ditelapak kaki IBU, teringat terdahulu ada kisah seorang anak yang sangat rajin berjama’ah dan tidak pernah sekalipun lupa sholat berjama’ah di masjid, namun suatu ketika anak tersebut tidak hadir dalam sholat jama’ah, dan orang-orang dimasjid bertanya-tanya ada apa dengan si fulan ini, kenapa ia tidak hadir sholat berjama’ah waktu itu. Ternyata didapati ia sedang sekarat dirumahnya, penyebabnya adalah ketika ia sholat sunnah kala itu ibunya memanggil-manggil namanya namun ia tetap kusyu’ dengan solatnya, ibunya pun marah dan menyumpahi anaknya tersebut.

Maka dari itu berhati-hatilah dengan setiap tindakan yang akan membuat jengkel orangtua kita. Ketika kita sudah dihadapi dengan pilihan sulit, sudah menjelaskan secara halus, dan sejelas-jelasnya bagaimana urgenistas dakwah ini terhadap orangtua kita, namun mereka bersikeras untuk meminta kita rehat dan membantu mereka, maka pilihan yang akan saya ambil jika sudah pada penghujung itu, yaitu memilih membantu orangtua saya, dan membantu dakwah dari jauh. Karena jika dakwah yang saya lakukan tidak diridhai oleh orangtua saya, maka ridha ALLAH pun dipertanyakan.

Mereka membutuhkan kita namun kita tidak ada untuk mereka, sama halnya kita mendzalimi mereka, padahal dakwah adalah prioritas, dan yang paling utama adalah keluarga terlebih dahulu, yang paling dekat dengan kita.

Untuk mu Ibu..

Anak yang ingin menjadi akar bagimu..

Namun nyatanya hanya menjadi LINTAH dan PARASIT bagimu..

maafkan aku IBU,

yang sering mengacuhkanmu..

kau mengorbankan banyak waktu denganku dari aku pertama kali melihat dunia,

Hingga aku seperti ini,,

Tapi apa yang sudah aku berikan untukmu ??

aku berjuang untuk yang lain, tapi untukmu ??

Maafkan aku IBU ??

Maaf…

Pengen Jago “MASAK” ?

Hai ladies..
Pernah gak sih kalian ditanya “Kamu bisa masak apa aja ?”, bagi yang jago masak sih pasti jawabanya berentek panjaaaang banget, nah kalau yang gak jago masak atau bahkan cuma bisa masak mie instan dan air aja (jedieeeeerrr !!!) pasti tuuh serasa kayak disambar petir, mau jawab apa cobaa ? ya gak sih ? hahaha.
Apalagi kalau yang tanya CAMER (Calon Mertua) hiaaaaaaaaa pasti tuh pada gelabakan mau jawab apa. Udah gak usah kawatir buat para ledies yang tangannya belum pada terlatih  buat megang sutil, ulek-ulek, dsb (hehehe). Kampung Coretan bakal ngasih kalian tips buat kalian yang pengen nantinya bisa jawab jika ada pertanyaan extreme itu ๐Ÿ˜€
Nah ini terinspirasi dari temen saya yang kebetulan juga mendapati pertanyaan “aduhai” itu. Oke mulai saja :
1. Kalian gak usah tuh buru-buru buat beli buku resep, celemek atau alat-alat dapur buat memacu motivasi memasak kalian, itu nomer kesekian hahah. Yang harus kalian lakukan adalah Tarik nafas panjang, senyum, berjalan ke dapur, kemudian amati seluruh isi dapur kalian, lihat ada bumbu apa aja. Sudah ? kalau sudah maka ……
2. Ambil kertas (kalau bisa kertas yang berwarna kesukaan Anda) tulis tuh dikertas pake bolpen atau spidol “I WANNA BE MASTER CHEF” tempel di dapur dan kamar kalian. Tulis banyak dikertas yang berbeda motivasi-motivasi Anda agar tidak malas buat memasak. Biasanya motivasi yang ampuh nih, saya kasih contoh  “KALAU SAYA TIDAK BISA MASAK, APA KATA MERTUA SAYA ? SUAMI PASTI JARANG DIRUMAH !! ANAK SAYA AKAN MALU KALAU TAU IBUNYA TIDAK BISA MEMASAK”, atau “ISTRI IDAMAN SALAH SATUNYA ADALAH YANG BISA MEMASAK”, kalimat-kalimat seperti itu akan membangkitkan motivasi Anda dan mengalahkan rasa malas Anda.
3. Minta pada Ibu Anda untuk meminta Anda membantunya masak setiap pagi. Anda tidak perlu sok-sok’an masak sendiri yang malah bikin perut satu rumah mules karena masakan Anda. Awali semua dengan membantu ibu seperti mengiris bawang, mengulek bumbu atau sambal, memotong sayur dan hal-hal kecil lainnya. Sebenarnya memasak adalah kebiasaan, mulailah dari membiasakan diri untuk mebantu ibu didapur.
4. Jika tahap diatas sudah Anda lakukan dalam jangka waktu min seminggu, maka mulailah untuk mencoba meracik bumbu, mintalah kepada ibu Anda bumbu apa saja yang dibutuhkan, semisal bikin Sayur Asam, Anda hanya perlu tanya Ibu Anda apa saja bumbu yang dibutuhkan. Kemudian raciklah sendiri seberapa takarannya dengan meminta ibu Anda mengawasi apakah benar takarannya sesuai. Jika Anda sering meracik bumbu walaupun dengan sepengawasan ibu Anda, maka “feeling” atau cita rasa memasak Anda akan keluar.Anda akan faham dan mengerti takaran-takaran bumbu yang harus disesuaikan dengan porsi masakan Anda.
5. Jika tahapan-tahapan diatas sudah Anda lakukan dan feeling memasak Anda sudah keluar maka pastilah Anda boleh tuh memasak sendiri buat keluarga Anda tanpa sepengawasan ibu Anda. Mulailah memasak dengan masakan yang biasa Anda masak dengan ibu Anda. Mintalah komentar pada Ayah, ibu, adik, kakak, atau anggota keluarga Anda lainnya, komentar-komentar pedas dari saudara Anda atau dari salah satu keluarga jangan dijadikan sebuat tamparan yang malah menurunkan motivasi Anda dalam memasak tapi jadikan hal tersebut sebagai pembelajaran yang akan membuat Anda lebih baik lagi dalam memasak.
6. Jika Anda sudah mahir dalam memasak masakan kebiasaan dirumah, maka Anda boleh tuh membeli buku resep dan memasak masakan yang berbeda sesuai keinginan Anda.
Memasak bukan dilihat dari apa yang kita masak, bukan dilihat darimana kita belajar. Kita pun bisa memasak seenak Chef di hotel-hotel atau restaurant. Memasak adalah tentang rasa, percaya diri, kesenangan, dan CINTA. Memasak dengan Cinta dan dapat menemukan feeling yang pas dalam memasak dapat mempengaruhi cita rasa masakan kita, meskipun yang kita masak sekelas “warteg”, its okey ๐Ÿ™‚ gakpapa, yang penting rasanya bung hahaha..
Temukan CINTA dalam memasak, dijamin apapun yang Anda masak akan membuat orang yang mencicipi masakan Anda menemukan CINTA dalam masakan tersebut.
heheheh cara-cara diatas adalah pengalaman pribadi penulis, dan syukur Alhamdulillah bisa menemukan CINTA dalam memasak. Selamat mencobaa yaaa ๐Ÿ˜€
GANBATTE (^^)9