Antara Amanah Dakwah dan Orangtua ?

Akan banyak pemikiran yang menyeruak jika pertanyaan tersebut muncul. Amanah adalah suatu kepercayaan yang dibebankan terhadap yang mengemban. Amanah dapat berupa apa saja, dari mulai hal kecil hingga hal yang sangat besar ataupun berat. Dan Dakwah adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim.Tapi jika kita dihadapkan pada dua pilihan apa yang harus kita lakukan ? kedua-duanya sama-sama penting.

Amanah dakwah adalah kewajiban, pun berbakti kepada orangtua, semua harus tawazun. Dakwah bisa dengan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Dakwah memiliki prioritas. Prioritas dakwah paling utama adalah dakwah dilingkungan terdekat, keluarga kita, saudara kita, tetangga kita. Ketika Anda dakwah jauh-jauh keluar kota, tapi keluarga & lingkungan terdekat Anda terlantar, bisa dikata Anda mendzalimi. 

Mengingat surga berada ditelapak kaki IBU, teringat terdahulu ada kisah seorang anak yang sangat rajin berjama’ah dan tidak pernah sekalipun lupa sholat berjama’ah di masjid, namun suatu ketika anak tersebut tidak hadir dalam sholat jama’ah, dan orang-orang dimasjid bertanya-tanya ada apa dengan si fulan ini, kenapa ia tidak hadir sholat berjama’ah waktu itu. Ternyata didapati ia sedang sekarat dirumahnya, penyebabnya adalah ketika ia sholat sunnah kala itu ibunya memanggil-manggil namanya namun ia tetap kusyu’ dengan solatnya, ibunya pun marah dan menyumpahi anaknya tersebut.

Maka dari itu berhati-hatilah dengan setiap tindakan yang akan membuat jengkel orangtua kita. Ketika kita sudah dihadapi dengan pilihan sulit, sudah menjelaskan secara halus, dan sejelas-jelasnya bagaimana urgenistas dakwah ini terhadap orangtua kita, namun mereka bersikeras untuk meminta kita rehat dan membantu mereka, maka pilihan yang akan saya ambil jika sudah pada penghujung itu, yaitu memilih membantu orangtua saya, dan membantu dakwah dari jauh. Karena jika dakwah yang saya lakukan tidak diridhai oleh orangtua saya, maka ridha ALLAH pun dipertanyakan.

Mereka membutuhkan kita namun kita tidak ada untuk mereka, sama halnya kita mendzalimi mereka, padahal dakwah adalah prioritas, dan yang paling utama adalah keluarga terlebih dahulu, yang paling dekat dengan kita.

Untuk mu Ibu..

Anak yang ingin menjadi akar bagimu..

Namun nyatanya hanya menjadi LINTAH dan PARASIT bagimu..

maafkan aku IBU,

yang sering mengacuhkanmu..

kau mengorbankan banyak waktu denganku dari aku pertama kali melihat dunia,

Hingga aku seperti ini,,

Tapi apa yang sudah aku berikan untukmu ??

aku berjuang untuk yang lain, tapi untukmu ??

Maafkan aku IBU ??

Maaf…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s